Ahaaa……. Ma7has
edisi pertama ini terbit dengan mengusung tema SMP Negeri 7 Jember dari masa ke masa. Mengusung tema
sejarah memang menarik. Menarik untuk disimak, sebagai bahan evaluasi dan
motivasi bagi kita. Jas Merah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah), begitu
kata Ir. Soekarno (Almarhum) dalam pidatonya yang terakhir sebagai presiden RI
yang pertama. Untuk mencermati sejarah membtuhkan ketajaman batin, kecerdasan
mental spiritual agar tidak terjadi penyimpangan. Janganlah kita mengulangi
kesalahan masa lalu di masa yang akan datang. Banyak majalah yang terbit hanya
beberapa kali penerbitan, setelah itu menghilang dari peredaran. Terutama
majalah sekolah. Wah…….. Mengapa itu yaaaaa???
Untuk menjamin
kelangsungan hidup sebuah penerbitan majalah sekolah tentu membutuhkan
keseriusan semua pihak, baik redaktur (yang akan selalu berganti-ganti setiap
tahun atau setiap dua tahun), pembimbing dan masyarakat pembacanya. Bergembira
dan bangga menyambut terbitnya majalah kita yang perdana ini bukan untuk
euphoria sesaat. Semangat untuk membuat tulisan yang baik dan bermutu harus
tumbuh dikalangan siswa sebagai penikmat dan pembaca. Tata lay out yang indah
tentu sangat mendukung tampilan majhas ini. Sebagai sumber informasi majhas
harus tampil sebagai sumber informasi yang akurat.
Tulisan yang
bermutu tentu dihasilkan oleh orang-orang bermutu. Pepatah mengatakan: Bahasa
menunjukkan bangsa. Bahasa sebagai ungkapan rasa dan pemikiran, harus tepat
menggambarkan siapa diri pengguna bahasa dan tujuan dari pengungkapan itu. Apa
isi hati dan isi benak penulis akan tertuang dalam pengungkapan menggunakan
bahasa itu. Nabi Muhammad SAW bersabda: Berkatalah yang baik atau (kalau
tidak bisa, lebih baik) diam. Memetik dari kata-kata Winston Churcill: Pena
lebih tajam dari pedang. Tulisan-tulisan yang kita buat akan mengubah
gaya kehidupan kita. Mengangkat derajat
hidup kita atau sebaliknya akan menghancurkan kita. Presiden Cekoslovia.
Jangan memboroskan kata-kata, utamanya untuk yang tak berguna atau kata-kata
yang buruk. Karena kata-kata itu akan akan berbalik menyerang kita. Yang
kemudia akan berubah menjadi lebih banyak sikap dan perbuatan, lenggok, dan
gerak tubuh, karena kata menjadi kehilangan makna, demikian kata Rendra. Dari itulah mari kita menulis sejarah
sebanyak-banyak unutuk mengukir betapa indahnya masa-masa yang pernah kita
lewati.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking