14 Jun. 2013

Tajuk Rencana



            Ahaaa……. Ma7has edisi pertama ini terbit dengan mengusung tema SMP Negeri  7 Jember dari masa ke masa. Mengusung tema sejarah memang menarik. Menarik untuk disimak, sebagai bahan evaluasi dan motivasi bagi kita. Jas Merah (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah), begitu kata Ir. Soekarno (Almarhum) dalam pidatonya yang terakhir sebagai presiden RI yang pertama. Untuk mencermati sejarah membtuhkan ketajaman batin, kecerdasan mental spiritual agar tidak terjadi penyimpangan. Janganlah kita mengulangi kesalahan masa lalu di masa yang akan datang. Banyak majalah yang terbit hanya beberapa kali penerbitan, setelah itu menghilang dari peredaran. Terutama majalah sekolah. Wah…….. Mengapa itu yaaaaa???

            Untuk menjamin kelangsungan hidup sebuah penerbitan majalah sekolah tentu membutuhkan keseriusan semua pihak, baik redaktur (yang akan selalu berganti-ganti setiap tahun atau setiap dua tahun), pembimbing dan masyarakat pembacanya. Bergembira dan bangga menyambut terbitnya majalah kita yang perdana ini bukan untuk euphoria sesaat. Semangat untuk membuat tulisan yang baik dan bermutu harus tumbuh dikalangan siswa sebagai penikmat dan pembaca. Tata lay out yang indah tentu sangat mendukung tampilan majhas ini. Sebagai sumber informasi majhas harus tampil sebagai sumber informasi yang akurat. 

            Tulisan yang bermutu tentu dihasilkan oleh orang-orang bermutu. Pepatah mengatakan: Bahasa menunjukkan bangsa. Bahasa sebagai ungkapan rasa dan pemikiran, harus tepat menggambarkan siapa diri pengguna bahasa dan tujuan dari pengungkapan itu. Apa isi hati dan isi benak penulis akan tertuang dalam pengungkapan menggunakan bahasa itu. Nabi Muhammad SAW bersabda: Berkatalah yang baik atau (kalau tidak bisa, lebih baik) diam. Memetik dari kata-kata Winston Churcill: Pena lebih tajam dari pedang. Tulisan-tulisan yang kita buat akan mengubah gaya kehidupan kita. Mengangkat derajat hidup kita atau sebaliknya akan menghancurkan kita. Presiden Cekoslovia. Jangan memboroskan kata-kata, utamanya untuk yang tak berguna atau kata-kata yang buruk. Karena kata-kata itu akan akan berbalik menyerang kita. Yang kemudia akan berubah menjadi lebih banyak sikap dan perbuatan, lenggok, dan gerak tubuh, karena kata menjadi kehilangan makna, demikian kata Rendra. Dari itulah mari kita menulis sejarah sebanyak-banyak unutuk mengukir betapa indahnya masa-masa yang pernah kita lewati.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking